Perekonomian Indonesia Saat Kini
Perekonomian Indonesia saat ini jika dilihat dari
pendapatan perkapita terus mengalami peningkatan dan pihak pemerintah melakukan
upaya-upaya strategis dan
terobosan untuk mencapai peningkatan pertumbuhan ekonomi .
Pertumbuhan ekonomi
Indonesia secara makro selama 10 tahun terakhir ini terus mengalami
peningkatan. Pendapatan per kapita yang pada tahun 2004 hanya mencapai 2.000
Dollar AS, saat ini telah mengalami peningkatan dua kali lipat menjadi 4.000
dolar AS.
Demikian halnya dengan
pendapatan masyarakat terus mengalami peningkatan. Tahun 2014 sebagai tahun
politik dan tahun pergantian kekuasaan, Pemerintah yang ada saat ini
diprediksi masih akan dapat mempertahankan pertumbuhan ekonomi di atas 6
persen. Meskipun harus ada upaya-upaya stategis
dan terobosan dari pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi di atas
6 persen tahun ini. Mengingat tahun 2014 ini adalah tahun politik karena adanya
Pemilihan Umum dan pergantian anggota legislatif serta pergantian presiden.
Masalah
perekonomian di Indonesia yang sempat terjadi bukan hanya masalah deflasi dan
inflasi. Sektor ekonomi rill, seperti industri rumah tangga, pangan, maupun
jasa, pun terkadang masih mengalami hambatan hingga saat ini sehingga masalah perekonomian
yang ada di Indonesia belum tuntas sepenuhnya.
Jika
kita mau menghubungkan masalah perekonomian Indonesia dengan pengangguran dan
kemiskinan, tentu kondisi ekonomi Indonesia masih jauh disebut stabil. Usaha pemerintah
untuk memunuhi kebutuhan pokok pun seringkali mengalami kendala.
Indonesia sebagai suatu negara yang berkembang, sejak
tahun 1969 dengan giat melakukan berbagai pembangunan secara berencana dan
bertahap tanpa mengabaikan usaha pemerataan dan kestabilan. Untuk memungkinkan
terwujudnya peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan rakyat maka yang perlu
diketahui terlebih dahulu adalah apakah faktor-faktor perekonomian kita apakah
sudah dimaksimalkan oleh negara atau tidak karena faktor-faktor tersebutlah
yang akan menentukan perekonomian negara itu selanjutnya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi perekonomian Indonesia beragam
adanya, misalnya saja sumber daya alam (SDA). SDA merupakan penunjang
kelangsungan hidup manusia di bumi ini agar dapat bertahan hidup. Semakin cepat
pertumbuhan ekonomi akan semakin banyak barang sumber daya yang diperlukan
dalam proses produksi. Pada gilirannya akan mengurangi tersedianya sumber daya
alam yang ada di dalam bumi karena barang sumber daya itu harus diambil dari
tempat persediaan sumber daya alam.
Dengan demikian
dapat dikatakan ada hubungan yang positif antara jumlah dan kuantitas barang
sumber daya dan pertumbuhan ekonomi, tetapi sebaliknya ada hubungan yang
negatif antara pertumbuhan ekonomi dan tersedianya sumber daya alam yang ada di
dalam bumi.
Untuk memungkinkan terwujudnya peningkatan taraf hidup
dan kesejahteraan rakyat ada beberapa faktor yang mempengaruhinya, misalnya
faktor sumber daya alam, sumber daya manusia dan sumber daya modal.
Ada hubungan yang positif antara jumlah dan kuantitas
barang sumber daya dan pertumbuhan ekonomi, tetapi sebaliknya ada hubungan yang
negatif antara pertumbuhan ekonomi dan tersedianya sumber daya alam yang ada di
dalam bumi.
SDM adalah
penduduk usia kerja yang produktif, bekerja untuk memperoleh pendapatan.
Jumnlah penduduk yang tidak berkualitas akan menjadi beban jika tidak
berkualitas sebagai manusia modal (manusia yang memiliki nilai tambah / value
added).
Modal adalah segala yang digunakan untuk menghasilkan
barang dan jasa. Modal dapat meliputi uang, teknologi, peralatan, mesin-mesin,
tanah, informasi, dan sebagainya.
Kondisi
Perekonomian Indonesia Dilihat dari PDB
Pendapat Domestik Bruto (PDB) Indonesia saat ini
menempati urutan ke-18 dari 20 negara yang mempunyai PDB terbesar di dunia.
Hanya ada 5 negara Asia yang masuk ke dalam daftar yang dikeluarkan oleh Bank
Dunia. Kelima negara Asia tersebut adalah Jepang (urutan ke-2), Cina (urutan
ke-3), India (urutan ke-11), Korea Selatan (urutan ke-15).
Indonesia yang kini mempunyai PDB US$700 miliar, boleh
saja bangga. Apalagi, dengan pendapatan perkapita yang mencapai US$3000 per
tahun menempatkan Indonesia di urutan ke-15 negara-negara dengan pendapatan
perkapita yang besar.
- · Pihak Swasta
Adanya lembaga – lembaga swadaya masyarakat, seperti
Dompet Dhu’afa, bekerja sama dengan Institut Kemandirian yang berusaha mencetak
kaum muda berpotensi meenjadi hebat sebagai pejuang ekonomi adalah cara salah
satu membuat pemerataan pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan oleh semakin banyak
rakyat Indonesia.
- · Pihak Pemerintah
Sinergi antar kementrian
harus dibuat semakin solid dan saling mendukung sehingga tidak tumpang
tindih dan lebih banyak bermanfaat bagi masyarakat. Kampanye pembentuka jiwa
kewirausahaan , seperti seminar bertaraf internasional\, adalah salah satu
jalan membangkitkan potensi jiwa – jiwa pejuang ekonomi yang pantang menyerah
dan penuh kreativitas tinggi.
Dampak Globalisasi ekonomi positif dan dampak globalisasi
negatif menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam dunia usaha. Ketika kita
berfikir menjadi pengusaha dan memanfaatkan setiap peluang usaha yang kita
miliki sebenarnya saat itu kita masuk kedalam sebuah sistem ekonomi dan yang
paling populer adalah sistem ekonomi kapitalis yang menjadi bagian integral
dari proses globalisasi. Ada banyak pengertian globalisasi yang secera umum
mempunyai kemiripan salah satu pengertian globalisasi adalah proses yang
melintasi batas negara di mana antarindividu, antarkelompok, dan antarnegara
saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan mempengaruhi satu sama lain .
Sebagaimana sebuah sistem globalisasi ekonomi mempunyai
dampak positif dan juga dampak negatif, terlepas dari pendapat pro globalisasi
ekonomi dan kontra globalisasi ekonomi kita akan mencoba menelaah secara
sederhana dampak postif globalisasi ekonomi dan dampak negatif globalisasi
ekonomi.
Dampak positif globalisasi ekonomi ditilik dari aspek
kreatifitas dan daya saing dengan semakin terbukanya pasar untuk produk-produk
ekspor maka diharapkan tumbuhnya kreatifitas dan peningkatan kualitas produksi
yang disebabkan dorongan untuk tetap eksis ditengah persaingan global, secara
natural ini akan terjadi manakala kesadaran akan keharusan berinivasi muncul
dan pada giliranya akan menghasilkan produk2 dalam negeri yang handal dan
berkualitas.
Disisi lain kondisi dimana kapababilitas daya saing yang
rendah dan ketidakmampuan Indonesia mengelola persaingan akan menimbulkan mimpi
buruk begi perekonomian negeri ini, hal ini akan mendatangkan berbaga dampak
negatif globalisasi ekonomi seperti membajirnya produk2 negeri asing seperti
produk cina yang akhirnya mamatikan produksi dalam negeri, warga negara
Indonesia hanya akan menjadi tenaga kasar bergaji murah sedangkan pekerjaan
pekerjaan yang membutuhkan skill akan dikuasai ekspatriat asing, dan sudah
barang tentu lowongan pekerjaan yang saat ini sudah sangat sempit akan semakin
habis karena gelombang pekerja asing.
Dampak positif globalisasi ekonomi dari aspek permodalan,
dari sisi ketersediaan akses dana akan
semaikin mudah memperoleh investasi dari luar negeri. Investasi secara langsung
seperti pembangunan pabrik akan turut membuka lowongan kerja. hanya saja dampak
positif ini akan berbalik 180 derajat ketika pemerintah tidak mampu mengelola
aliran dana asing, akan terjadi justru penumpukan dana asing yang lebih
menguntungkan pemilik modal dan rawan menimbulkan krisis ekonomi karena
runtuhnya nilai mata uang Rupiah. Belum lagi ancaman dari semakin bebas dan
mudahnya mata uang menjadi ajang spekulasi. Bayangkan saja jika sebuah
investasi besar dengan meilbatkan tenaga kerja lokal yang besar tiba2 ditarik
karena dianggap kurang prospek sudah barang tentu hal ini bisa memengaruhi
kestabilan ekonomi.
Dampak positif globalisasi ekonomi dari sisi semakin mudahnya diperoleh barang impor yang
dibutuhkan masyarakat dan belum bisa diproduksi di Indonesia, alih tehnologi
juga bisa terbuka sangat lebar, namun kondisi ini juga bisa berdampak buruk
bagi masyarakat karena kita cenderung hanya dijadikan objek pasar, studi kasus
seperti produksi motor yang di kuasai Jepang, Indonesia hanya pasar dan
keuntungan penjualan dari negeri kita akan dibawa ke Jepang memperkaya bangsa
Jepang. Dampak positif globalisasi ekonomi dari aspek meningkatnya kegiatan pariwisata, sehingga
membuka lapangan kerja di bidang pariwisata sekaligus menjadi ajang promosi
produk Indonesia.
Globalisasi dan liberalisme pasar dikampayekan oleh para
pengusungnya sebagai cara untuk mencapai standar hidup yang lebih tinggi, namun
bagi para penentangnya globalisasi hanya kedok para kapitalis yang akan semakin
melebarnya ketimpangan distribusi pendapatan antar negara kaya dengan negara berkembang dan miskin.
Penguasaan kapital yang lebih besar dengan menciptakan pasar global terutama di
dunia ketiga yang diyakini tidak akan mampu memenuhi standar tinggi produk
global akan membuka peluang terjadinya penumpukan kekayaan dan monopoli usaha
dan kekuasaan politik pada segelintir orang. So pilihan akan keblai kekita mana
yang kita pilih Dampak Globalisasi ekonomi positif atau dampak globalisasi
negatif.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar