Pengertian Laporan :
Laporan adalah suatu bentuk penyajian fakta tentang
suatu keadaan atau suatu kegiatan, pada dasarnya fakta yang disajikan itu
berkenaan dengan berita, keterangan, pemberitahuan ataupun pertanggungjawaban
baik secara lisan maupun secara tertulis yang ditugaskan kepada si pelapor.
Jenis – Jenis Laporan :
- Laporan
Formal adalah laporan yang ditulis secara
ilmiah, yaitu sebagai hasil peneliti.Biasanya isinya singkat tetapi padat
dan sistematis serta logis. Laporan formal bersifat impersonal dan
materinya disajikan dalam suatu pola struktur.
Laporan formal terdiri dari :
- Bagian
Pendahuluan
- Halaman
judul
- Halaman
pengesahan (jika perlu)
- Halaman
motto / semboyan (jika perlu)
- Halaman
persembahan (jika perlu)
- Kata
pengantar
- Daftar
isi
- Daftar
tabel (jika ada)
- Daftara
gambar (jika ada)
- Daftar
grafik (jika ada)
- Abstrak
- Bagian
Isi
- Bab
I : Pendahuluan
1.1 Latar belakang
1.2 Identifikasi masalah
1.3 Pembatasan masalah / ruang lingkup
penelitian
1.4 Rumusan masalah
1.5 Tujuan dan manfaat
- Bab
II : Kajian pustaka
- Bab
III : Metode penelitian
- Bab
IV : Pembahasan
- Bab
V : Penutup
- Bagian
Penutup
- Daftar
pustaka
- Daftar
lampiran
- Indeks
atau daftar istilah
- Laporan
Informal
- Laporan
Informal adalah laporan yang ditulis secara
popular, yaitu menggunakan kata–kata sederhana, kadang–kadang diselingi
dengan kalimat humor/lucu, yaitu laporan yang tidak memenuhi beberapa
unsur formal. Laporan ini bersifat pribadi yang disesuaikan dengan
kepentingan penulisannya.
Laporan Informal terdiri dari :
- Laporan
kunjungan, berisi :
- Judul
laporan
- Tujuan
- Waktu
pelaksanaan
- Hasil
yang diperoleh
- Laporan
percobaan, berisi :
- Judul
percobaan
- Pelaksanaan
- Urusan
kerja
- Data
yang diperoleh
- Kesimpulan
- Laporan
diskusi, berisi :
- Topik
- Moderator
- Penyaji
- Jumlah
peserta
- Masalah
yang dibicarakan
- Pemecahan
masalah
- Kesimpulan
Unsur-unsur dalam menyusun laporan:
- Judul
- Latar belakang & perumusan permasalahan (& keaslian penelitian, dan faedah yang dapat diharapkan
- Tujuan dan Lingkup penelitian
- Tinjauan Pustaka
- Landasan Teori
- Hipotesis
- Cara penelitian
- Jadwal penelitian
- Daftar Pustaka
- Lampiran
Judul Laporan Penelitian
Judul merupakan gerbang pertama seseorang membaca
sebuah proposal penelitian. karena merupakan gerbang pertama, maka judul
proposal penelitian perlu dapat menarik minat orang lain untuk membaca. Judul
perlu singkat tapi bermakna dan tentu saja harus jelas terkait dengan isinya.
Judul karya ilmiah berbeda dengan judul novel atau semacamnya dalam hal
kejelasan kaitannya dengan isi.
Latar Belakang
Dua pertanyaan perlu dijawab dalam rangka mengisi
bagian latar belakang ini, yaitu: Mengapa kita memilih permasalahan ini? Apakah
ada opini independen yang menunjang diperlukannya penelitian ini?
Rumusan Masalah
Rumusan permasalahan perlu dituliskan secara
singkat, jelas, mudah dipahami dan mudah dipertahankan. Rumusan yang tersamar
terkandung dalam alinea tidak diharapkan karena memaksa pembaca untuk mencari
sendiri dan menginterpretasikan sendiri bagianbagian dari alinea atau
kalimat-kalaimat yang bersifat rumusan permasalahan.
Keaslian Penelitian
Dalam bagian ini, pada dasarnya, perlu kita
tunjukkan (dengan dasar kajian pustaka) bahwa permasalahan yang akan kita
teliti belum pernah diteliti sebelumnya. Tapi bila sudah pernah diteliti, maka
perlu kita tunjukkan bahwa teori yang ada belum mantap dan perlu diuji kembali.
Faedah Yang Diharapkan
Dalam bagian ini perlu ditunjukkan manfaat atau
faedah yang diharapkan dari penelitian ini untuk pengembangan ilmu pengetahuan
dan atau pembangunan negara. Manfaat bagi ilmu pengetahuan dapat berupa
penemuan/pengembangan teori baru atau pemantapan teori yang telah ada.
Tujuan Dan Lingkup Penelitian
Tujuan penelitian berkaitan dengan kedudukan
permasalahan penelitian dalam khazanah ilmu pengetahuan (yang tercermin dalam
tinjauan pustaka). Kedudukan permasalahan—dilihat dari pandangan
tertentu—mempunyai lima macam kemungkinan, yaitu; ekplorasi (masih “meraba-raba”),
deskripsi (menjelaskan lebih lanjut), eksplanasi (mengkonfirmasikan teori),
prediksi (menjelaskan hubungan sebab-akibat), dan aksi (aplikasi ke tindakan).
Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka memuat uraian sistematis dan
bersifat diskusi tentang hasil-hasil penelitian sebelumnya dan terkait serta
ilmu pengetahuan mutakhir (berupa pustaka) yang terkait dengan permasalahan.
Landasan Teori Dan Hipotesis
Seperti diterangkan di bagian “Tinjauan Pustaka”,
landasan teori diangkat (disarikan) dari tinjauan pustaka tentang kerangka
teori yang melatarbelakangi (menjadi landasan) bagi permasalahan yang diteliti.
Landasan teori merupakan satu set teori yang dipilih oleh peneliti sebagai
tuntunan untuk mengerjakan penelitian lebih lanjut dan juga termasuk untuk
menulis hipotesis.
Cara Penelitian Dan Jadwal Penelitian
Secara umum, dalam cara penelitian perlu dijelaskan:
1. Ragam
penelitian yang dianut (Amirin, 1986: 89, menyebutkannya sebagai “corak”
2. Penelitian)—lihat
bab “Ragam Penelitian”;
3. Variabel-variabel
yang diteliti;
4. Sumber
data (tempat variabel berada; populasi dan sampelnya);
5. Instrumen
atau alat yang dipakai dalam pengumpulan data/survei (termasuk antara lain:
kuesioner);
6. Cara
pengumpulan data atau survei;
7. Cara
pengolahan dan analisis data.
Butir ke 5 dan 6 di atas juga dicerminkan dalam bentuk jadwal penelitian. Jadwal penelitian menguraikan kegiatan dan waktu yang direncanakan dalam: (a) tahap-tahap penelitian, (b) rincian kegiatan pada setiap tahap, dan (c) waktu yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan tiap tahap. Jadwal dapat dipresentasikan dalam bentuk tabel/matriks atau uraian narasi.
Butir ke 5 dan 6 di atas juga dicerminkan dalam bentuk jadwal penelitian. Jadwal penelitian menguraikan kegiatan dan waktu yang direncanakan dalam: (a) tahap-tahap penelitian, (b) rincian kegiatan pada setiap tahap, dan (c) waktu yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan tiap tahap. Jadwal dapat dipresentasikan dalam bentuk tabel/matriks atau uraian narasi.
Daftar Pustaka Dan Lampiran
Daftar Pustaka memuat informasi pustaka-pustaka yang
diacu dalam proposal penelitian. Kadangkala untuk menunjukkan bahwa peneliti
membaca banyak pustaka, maka dalam daftar pustaka dituliskan juga
pustaka-pustaka yang nyatanya tidak diacu dalam narasi proposal. Hal ini tidak
dianjurkan untuk dilakukan, karena sudah umum bahwa peneliti tentu membaca
banyak pustaka dalam rangka penelitiannya.
Contoh
Laporan :
LAPORAN
PENELITIAN
MAGANG
SEBAGAI JEMBATAN MOBILITAS SOSIAL
DARI
PETANI MENJADI PERAJIN
I. Pendahuluan
Perajin
sering dipandang memiliki status sosial lebih tinggi daripada petani. Hal ini
disebabkan karena adanya anggapan bahwa seorang perajin biasanya bekerja
didalam rumah, terlindung dari terik sinar matahari sehingga suasananya tampak
nyaman. Sebaliknya, Petani harus bekerja disawah, dibawah sengatan sinar
matahari dan kadang harus bergemul dengan kotoran-kotoran yang berbau tidak
sedap. Oleh karena itu, tidak berlebihan jika sebagian masyarakat pedesaan
menganggap bahwa pekerjaan perajin lebih berprestise daripada petani meskipun
hanya menjadi perajin industri kecil dengan skala usaha yang masih terbatas.
Lapangan pekerjaan disektor
industri kecil yang makin terbuka menyebabkan terjadinya mobilitas sosial dari
petani menjadi perajin. Meskipun Sebenarnya mereka belum memiliki keahlian yang
memadai, terlebih lagi tingkat pendidikan mereka sebagian besar (73%) masih
berpendidikan SD kebawah. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa
produktivitas kerja dan hasil yang mereka peroleh amsih rendah.
Berkaitan dengan hal diatas, perlu
dilaksanakan penelitian yang seksama mengenai mobilitas sosial dan petani
menjadi perajin. Dalam laporan ini, objek penelitiannya adalah masyarakat
pedesaan disekitar Surakarta, Jawa Tengah.
II. Tujuan Penelitian
1. Menelaah penyebab terjadinya
penyebab mobilitas sosial dari petani menjadi perajin.
2. Memberikan penyadaran pada
masyarakat dampak industrialisasi.
III. Metodologi Penelitian
Penelitian ini menggunakan
pendekatan survey secara kualitatif dengan cara melakukan wawancara dengan
narasumber. Digunakannya metodologi kualitatif ini agar hasil yang dicapai
benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Adapun langkah-langkahh
kerjanya sebagai berikut :
1. Menentukan objek penelitian
2. Melakukan wawancara dengan narasumber
3. Mengklasifikasi Masalah
4. Merumuskan masalah
5. memberikan solusi/simpulan
IV. Hasil Penelitian
Berdasarkan Survey yang telah dilakukan, ada
beberapa faktor yang menyebabkan mobilitas sosial dari petani menjadi perajin
melalui proses magang sebagai berikut :
1. Pengaruh media masa
Media masa baik berupa
elektronik maupun cetaktelah membawa pengaruh yang besar terhadap pola pikir
masyarakat pedesaan. Selama ini media masa selalu mengangkat
kesuksesan-kesuksaesan para perajin. Dengan demikian, lambat laun opini publik
tersebut akhirnya mendo rong petani untuk menjadi perajin.
2. Dukungan keluarga dan masyarakat
Keluarga, kerabat dan komunitas yang
melatari kehidupan petani sering memberikan saran dan harapan yang besar untuk
menjadi seorang perajin. Mereka selalu memandang orang-orang yang telah sukses
berkat usaha menjadi seorang perajin industri kecil meskipun mereka masih
berstatus magang atau buruh kontrak.
3. Sektor perekonomian indonesia yang lebih
mengutamakan induatri daripada petanian
Perokonimian negara kita yang ikut
terbawa arus globalisasi dan kepentingan neoliberalisme (para pemilik modal)
telah mendorong lajunya industrialisasi. Oleh karena itu, tidak mengherankan
bahwa investasi yang mereka tanamkan lebih mengarah pada sektor industri.
4. Tingkat pendidikan yang rendah
Rendahnya tingkat pedidikan mereka dan
keahlian yang belum memadai, membuat mereka tidak meminliki sistem kontrol diri
yang kuat. Konsep diri yang lemah ini membuat mereka mudah terbawah arus jaman.
V. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian ini
dapat disimpulkan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan para petani
melakukan mobilita sosial menjadi perajin. Jika tidak ada suatu program
penyadaran baik dari pemerintah maupun masayarakat setempat, dapat dipastikan
asil produksi pertanian akan makin berkurang sehingga negara pun akan mengimpor
beras dari luar negeri.
Akhirnya, diharapkan penelitia ini mampu memberikan
penyadaran pada masyarakat dan dapat menjadi masukan untuk pihak-pihak
berwenang memberikan kebajikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar